Kamis, 16 Februari 2012

Ingin Introspeksi Diri Setiap Saat

Kali ini entah yang keberapa saya menulis tentang rasa syukur. Tapi memang itu hal yang paling tepat yang dapat saya lakukan saat berhadapan dengan semua hal yang belum saya dapatkan sampai detik ini. Saya kembali makin meyakinkan diri saya bahwa Allah memberikan segala sesuatu sesuai dengan kebutuhan ummat-Nya bukan karena kemauan ummat-Nya. Apapun itu, yakinlah ratriku sayang...

Terkadang memang sangat sesak saat semua hal mendesakmu untuk melakukan sesuatu yang sangat sulit kau gapai. Padahal di sisi lain kau telah melaksanakan dengan seluruh usaha maksimal. Terkadang saya jadi berfikir kembali, apakah saya harus menyerah begitu saja. Apa memang takdir Allah tidak seperti yang ada difikiran saya? Tapi bukankah pertolongan Allah akan datang justru disaat ummat-Nya yang hampir putus asa namun tetap memohon pada-Nya, memohon pertolongan dan jalan keluar dari-Nya. Maka akan datanglah pertolongan dari-Nya. Sudah banyak hal yang terjadi dalam hidup saya yang berkaitan dengan keyakinan itu. Tapi sungguh Ya Rabb, itu sangat tidak mudah. Seringkali saya juga kesal, putus asa dan ah... entahlah. Tapi kepada siapa lagi saya meminta selain pada-Mu ya Rabb. Jadikanlah saya selalu dekat dengan-Mu, yakin akan ketetapan dalam Lauhul Mahfudz-Mu.

Mudahnya adalah tetap bersyukur dengan apapun yang kamu terima saat ini. Memang sangat indah berada dalam putaran roda kehidupan yang berada di atas. Tapi yakinlah apapun yang kamu terima saat ini adalah yang terbaik untukmu. Mungkin saja jika kita dapat melihat dari sudut pandang yang berbeda tidak semua yang berada di atas itu gempita, berkilau dan mewah. Tapi justru lebih nyaman dalam keadaan yang penuh berkah, bagaimanapun keadaannya yang penting berkah untuk kita. Begitu penjelasan salah seorang guru kehidupan saya. Namun saya juga tidak bermaksud menganggap yang berada “diatas” tidak berkah ya...

Setiap manusia pasti akan memilih hidup berkecukupan dan penuh berkah. Ya siapa pula yang menolak dalam keadaan sempurna seperti itu. Tetap berada di jalan yang benar, tetap berkah, dan tetap berlimpah. Subhanallah... Tapi kembali lagi yakinlah semua itu tergantung pada mindset kita untuk memilah batas mana yang harus disyukuri, batas mana yang bisa kita katakan berkecukupan, dan batas mana yang dapat kita katakan berlimpah. Maksud saya, bukankah dengan uang sejumlah sepuluh juta katakanlah, ada orang yang menganggap tak seberapa, namun ada pula yang menganggap sebuah jumlah yang sangat besar. Jadi tergantung kita menanggapinya. Tapi menurut saya yang baik adalah tetap merasa apapun yang didapat adalah besar, adalah berkah, dan adalah rezeqi yang memang Allah tetapkan untuk kita. Semoga hal tersebut dapat menjadikan kita senantiasa bersyukur.

Selasa, 27 Desember 2011

Bayam dan Jamur



Hm... pagi-pagi membicarakan tentang menu makanan. Saya mau share menu makanan sederhana tapi bervitamin dan bergizi lho. He...promosi. Hasil masakan sendiri, simple dan cepet masaknya... Ada tumis bayam dan jamur goreng...
Menurut saya sih rasanya enak, ya iya lha...saya yang masak sendiri. He... kalo cara bikin tumis bayamnya saya cuma pakai bahan cabe rawit merah, bawang merah, bayam dan bumbu kaldu blok. Beri air sedikit...Tunggu sampai mendidih trus angkat...

Klo bikin jamurnya, pakai jamur tiram putih. Cuci bersih, lalu peras sampai kering... Lalu bolak balik jamur di tepung bumbu pedas yang di campur dengan tepung bumbu buat mendoan (di bungkus tepungnya tulisannya gitu, he...). Tepung jangan di kasih air yah, supaya jamur yang kita goreng jadi kering. Trus klo tepung udah tebel nempel di jamur, kita goreng deh jamurnya. Goreng sampai kecoklatan, terus di tiriskan...
Mantap deh, hasil jadinya kriuk-kriuk...

Ayo kita makan :D

Menangislah...


Saat manusia, makhluk yang lemah sudah hampir pada batas kemampuan...akhirnya, maka tidak jarang ia akan menangis. Ternyata menangis adalah salah satu bukti bahwa manusia adalah makluk Allah yang lemah. Namun yang masih di sayangkan adalah banyak sekali manusia (dan pasti itu termasuk saya) yang menangis dan kemudian mengadu kepada sang Pencipta hanya di saat cobaan berat datang. Padahal Allah memerintahkan kita untuk selalu dekat dengan-NYA dalam keadaan kekurangan dan kecukupan.
Ketika kita berhadapan dengan suatu masalah maka kita akan sangat gencar untuk meminta pertolongan Allah. Dan sebaliknya saat banyak kenikmatan menghampiri kita, kita seperti terbuai dan lupa dengan ucapan syukur atas nikmat yang kita terima.
Ya Allah jadikanlah hamba muslimah yang selalu ingat dengan-MU, selalu bersyukur dengan-MU dan selalu meminta pertolongan-MU. Karena hanya kepada-MU lah hamba meminta pertolongan.
Kembali tentang menangis, definisinya menurut saya adalah mengeluarkan air mata dengan sebab yang berbeda. Mungkin saja karena sedih, bahagia atau bahkan mata yang terkena debu. Menangis saat sedih akan mengurangi beban berat yang menyesakkan dada kita. Menangis saat bahagia akan membuat perasaan kita makin sempurna, terharu... Dan menangis saat ada debu masuk ke mata kita memiliki peran membersihkan mata kita :)

Menangis juga tertulis dalam kitab suci Al-Qur’an pedoman muslim di seluruh dunia.  “Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk.” (QS Al- Isra [17]: 109). Karena seharusnya kita menangis, apa lagi saat membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Sungguh dengan membaca dan memahami makna Al-Qur’an sangat tidak mungkin seseorang dapat menahan air matanya. Karena menangis dapat melembutkan hati kita...


Maka menangislah...

Total Tayangan Laman